Nikmat yang Mana Lagi yang Engkau Dustakan

Waktu magrib telah tiba, mari kita bersiap untuk bergegas kemasjid untuk melaksanakan kewajiban kita sebagai hamba yang berbakti kepada sang pencipta kita, jika tidak ingin berbakti kepada sang pengcipta maka tidak seharusnya kita menikmati apa yang sang pencipta berikan kepada kita semua. Tidak malu kah kita menikmati fasilitas yang Dia berikan lantas kita tidak mau bersujud kepada-Nya. Jika kita tidak ingin menyembahnya maka silahkan ketempat yang bukan dia yang ciptakan, simpelkan, tapi itu mustahil untuk kita lakukan, maka kita memang wajib menyembahnya dan bukan menyembah selain dia.

Mari kita cari didunia ini yang bukan ciptaan tuhan, jika ada yang menemukan saya berani mengatakan dusta, apakah didunia in yang bukan dari ciptaannya. Jadi alangkah tidak malunya kita ketika menikamati semua fasilitas yang tuhan berikan lantas kita tidak menyembahnya, tidak berbakti kepadanya. Coba kita pikirkan baik-baik ketika kita numpang dirumah orang kemudian dirumah itu banyak fasilitas yang disiapkan oleh sang oilik rumah, otomatis kita sangat sungkan untuk menggunakan fasilitas rumah yang ada karena bukan milik kita, begitu juga dengan didunia ini, semua hanya numpang, baik yang taat sampai yang tidak taat, semuanya deberikan tumpangan oleh tuhan, maka nikmat yang mana lagi yang engkau dudtakan.

Mari kita merenungi kesalahan yang telah kita lakukan, mari kita malu kepada diri sendiri dan kepada tuhan kita, karena begitu banyak fasilitas dia pinjamkan kemuadian kita tidak melaksanakan semua apa yang dia perintahkan kepada ikita semua, semua adalah pinjaman darinya, mulai dari yang tidak terlihat sampai yang sangat jelas kenampakannya, mulai dari yang kecil sampaiyang paling besar, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki semua miliknya, maka nikmat yang mana lagi kau dustakan.

Mulai dari manusia yang pertam sampai manusia terakhir tidak ada yang mampu menghitung nikmat yang tuhan berikan kepada kita semua, meskipun semua ranting kayu dan air yang ada di dunia ini kita gunakan sebagi alat tulis itu tidak bakalan cukup untuk menulis dan menghitung nikamat yang diberikan tuhan kepada kita semua. Ada orang yang pernah mengatakan bahwa sampai musnah dunia ini tidak akan ada yang mampu menghitung nikamat tuhan yang diberikan kepada kita semua, maka jika ada yang ingin menghitung nikamat yang diberikan tuhan kepada kita semua maka dia akan ikut musnah dan belum habis terhitung nikmat itu, maka nikmat yang mana lagi yang engkau dustatakan.

Kita sebagai manusia biasa sudah menjadi hal yang lumrah jikalau selalu meminta rezki yang berlimpah dan dijauhkan dari kemalaratan, sang penguasa juga memang tempat meminta dan dia akan mengabulkan permintaan sang hambah yang memang selalu mensykuri apa yang diberikannya, maka jika ingin rezkimu bertambah dan terus bertambah, maka bersykurlah dan terus bersyukur atas pemberian tuhan kepada kita semua. Bersyukur berarti selalu memberi orang yang membutuhkan bukan dengan cara memamerkan kepada orang lain. Maka nikmat yang mana lagi yang kau dustakan.

Marilah kita selalu bersyukur dan membantu yang membutuhkan uluran tangan kita sebagai hamba yang beriman kepada sang pencipta, marilah kita perbaiki hubungan kita terhadap sesama manusia tanpa melihat suku, agama ataupun warna kulit. Kita semua sama dimata ssang pencipta, yang membedakan kita dalah amal perbuatan kita dimata sang pencipta hanya orang yang beriman yang tinggi derajatnya, bukan yang kaya, bukan raja, dan bukan pula penguasa.

 

Makassar 31 Juli 2017

Abdul Mu’thy Salahuddin Rasyid

Iklan

13 Maret 1995

sore itu kira-kira setalah shalat Ashar Allah telah membiarkan seorang perempuan melahirkan dan memperlihatkan kekuasaan Allah dengan menciptakan hamba lagi dari Rahim seorang Hamba yang disanyangi Allah. Sore itu tiba-tiba perut saya terasa sakit yang tiada tara dan kemuadian saya melahirkan anak kedua saya, kata ibu saya yang telah melahirkan saya pada sore itu, 13 Maret 1995 yah, itulah tanggal lahir saya.

Saya berterima kasih kepada ibu saya yang telah melagirkan dan membesarkan saya dengan penuh kasi dan sayang, tentu dengan kasi dan sayang itu, pasti menguras tenaga, tenaga itu pasti butuh darah dan keringat pula. memang kasi ibu tidak akan ada yang bisa mengalahkannya. Namun saya sering mengeluarkan kata-kata kasar sehingga membuat hatinta terluka dan sering pula air matanya keluar akibat perbuatan dan kata-kata kasar saya. Sunggu saya anak yang durhaka, maafkanlah anakmu ini yang penuh dengan dosa.

Namun Ibu memang memang memiliki hati mutiara yang selalu memaafkan anak-anaknya, bukan hanya memaafkan anak-anaknya saja tapi dia tidak pernah lalai untuk mendoakan kebaikan buah hatinya walaupun dia sering disakitinya. Ibu, saya malu dengan diriku sendiri yang belum mampu mengeluarkan air mata bahagiamu karena aku, saya hanya selalu mengeluarkan air mata kesedihanmu karena anakmu yang tidak tahu malu ini. Ibu, saya hanya munta Ridho darimu agar Ridho Allah dapat juga saya dapatkan.

Hari ini kau telah melantunkan doamu yang mujarab untuk anakmu ini, doamu adalah kado yang sunggu tidak bisa dibandingkan dengan apapun, bahkan barang termahalpun tidak bisa menandingi doamu sebagai kado itu untukku. Begitu banyak doa teman2 untuk saya. Terima kasih teman-teman, doamu lebih berharga dari pada kalian memberikan kado yang dapat dihitung harganya hanya dengan rupiah saja. Keikhlasan teman-temanlah yang telah mendoakanku yang saya harapkan dan hari ini begitu banyak yang saya dapatkan.

Sedih saya memikirkannya, karena umurkurku telah berkurang 22 tahun. Banyak orang mengatakan bahwa umur saya bertambah, namun tang sebenarnya umurku telah berkurang, walaupun saya tidak tahu berapa tahun jatah umurku yang diberikan Allah kepada saya, namun yang pasti umurku telah berkurang, karena bisa jadi jatah umur yang diberikan kepada saya hanya 22 tahun dua hari tiga jam, maka besok lusa saya akan kehabisan jatah umurku. Ya Allah ampuni dosa Hambamu yang Hina ini.
Abdul Mu’thy Salahuddin Rasyid
Makassar 13 Maret 2017

Jangan Bangga

Wahai kalian semua yang suka pamer kemewahan yang engkau gunakan untuk menipu daya para orang awam, sadarkah yang kalian pamerkan itu, sadarkah kalian milik siapa sebenarnya itu kemewahan yang kalian pamerkan. Seharus kalian malu dengan kemewahan yang kalian banggakan itu. Sebenarnya kalian tahu bahwa kemewahan yang kalian banggakan itu bukanlah milikmu. Saya tidak tahu apakah kalian benar-benar tidak tahu atau pura-pura lupa bahwa milik siapa sebenar kemewahan yang kalian pamerkan dan banggakan itu.

kalian menghalalkan segalah cara agar orang dapat membarimu uang. kalian sebenarnya lebih hina dari pada pengemis, kalian lebih Sadis dari pada pemcuri. walaupun kalian tidak melukai korbanmu dengan senjata tajam atau senjata apimu akan tetapi kalian melukai orang dengan alat komunikasi ( telpon gengam) sebagai media untuk menipu orang agar mendapatkan uang dari korbanmu.

Sekarang orang menggunakan kecerdasannya untuk memangsa sesamanya. Bukannya saling mengasihi mala saling menipu demi kepentingan peribadi, apakah kalian belajar dari orang kapital yang mengambil keuntungan besar hanya untuk keperluan peribadinya dengan cara menipu daya sesamu makhluk manusia. Kalian seharusnya malu pada orang-orang yang kalian ambil kemawahannya. Kalian semua perampok yang tidak melukai korbanmu dengan senta, tetapi kalian menggunakan media yang begitu modern yang hanya melukai korbanmu dihatinya saja.

Saya hanya mengeluarkan amarahku lewat tulisan ini untuk para penipu kelas kakap. Saya benci kepada diriku sendiri yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk para korban penipuan komunikasi yang semakin hari semakin canggi. Saya meminta maaf kepada yang sebesar-besarnya kepada saudaraku korban penipuan, saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk kalian, karena mereka bersekongkol dengan aparat pemerintah dan para aparat kepolisian yang mengambil keuntungan dengan para penipu kelas kakap itu.

saya hanya mencoba menulis agar amarah terhampiakan. Semoga para gen persekongkolan itu membaca ini agar mereka dapat menyadari bahwa kemewahan yang mereka pamerkan dan banggakan sebenarnya bukan miliknya, mereka seharusnya malu dengan itu semua, bukan bangga dan bersenang-senang diatas penderitaan orang lain.
-Abdul Mu’thy Salahuddin Rasyid
Luwuk Selatan/Babang 17 Februari 2017

Doakanlah

Berdoa sering dilakukan oleh orang yang percaya memiliki tuhan, baik itu orang muslim, Hindu, katolik, dan lain sebagainya. Orang yang berdoa biasa meminta kepada tuhannya sesuatu, misalnya meminta pertolongan atas masalah yang sedang melanda diri seseorang tersebut. Meskipun begitu, masih ada orang yang berhenti berdoa dengan alasan doanya tidak dikabulkan oleh tuhannya kerena ketidak sabaran orang yang telah berdoa itu.

Banyak orang berdoa ketika hanya betuh saja, baik itu kebutuhan pekerjaan, keluarga, maupun kebutuhan peribadinya. Ketika sedang enakanya kebanyakan orang berhenti berdoa, lupa berterima kasih, dan tidak pernah bersyukur atas nikmat yang diberikannya oleh sang pengijabah doa itu, mereka fikir berdoa hanya saat butuh saha, namun menurut sederhana saya justru berdoa itu lebih penting pada saat senang, bukan pada saat butuh saja. Namun tuhan mekang adil, dia tetap memberikan nikmatnya kepada orang yang belum bersyukur atas nikamat yang telah Dia berukan, nikmatnya Dia tetap berukan kepada hambanya, Baik yang taat maupun yang tidak pernah taat kepadanya.

Berdoa yang saya maksud sekarang bukan seperti yang saya bahas diatas, namun yang saya maksud disini adalah Doakanlah orang yang kau Rindui, Baik itu Keluarga maupun orang yang paling dibenci ( mantan ). Biasanya orang yang dibenci itu adalah mantan kekasih. Ketika kita Rindu kepada mantan sebaiknya doakanlah dia yang terbaik untuknya, Walaupun dia sudah lupa dengan kita, tetapi mau tidak mau dia pernah mengisi hari-hari kita, Mendoakannya juga tidak bakalan merugikan kita, bahkan menguntungkan kita, karena mendoakan orang lain itu sacara tidak langsung kita juga mendoakan diri kita juga. Apa yang kita minta untuk dirinya pasti akan kembali kepada diri kita, jadi ketida mendoakan orang lain doakanlah yang baik-baik karena doa kita akan kembali kediri kita juga.
-Abdul Mu’thy Salahuddin Rasyid

                                  Belawa 12 Februari 2017

Semua Yang Bernyawa Pasti Akan Mati

Hidup untuk mati, jangan hidup jika tidak ingin mati, semua yang hidup di Dunia ini pasti akan mati. Makhluk hidup yang paling besar hingga yang paling kecil yang hidup di Dunia ini pasti akan mati. jika makhluk hidup mati itulah tanda kekuasaan sang pemberi kehidupan, karena jika ada yang mati pasti akan yang lagir juga. makhluk yang mati pasti pernah hidup, karena tidak jita tidak pernah hidup dia tidak akan mati, begitulah rumus dunia ini.

Kehidupan adalah awal dari kematian, sekarang mari kita persempit makhluk yang hidup itu, kita ambil makhluk yang paling sempurna yang diciptakan oleh sang pencipta. Manusia, manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang diciptakan, karena manusia memiliki akal, perasaan, dan hawa nafsu yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. namun yang membuat saya heran kenapa tidak ada manusi yang sempurna, padahal sang pencipta mengatakan makhluk yang paling sempurna adalah manusia dan manusia itu kata orang-orang dan saya juga mengatakan bahwa tidak ada manusia yang sempurna yang tidak luput dari kesalahan, bukan kah akal, perasaan dan hawa nafsu itu bisa digunakan untuk tidak melakukan kesalahan. Namun itulah manusia yang tidak ada sempurna, karena tidak mampu mengaplikasikan akal, perasaan, dan hawa nafsu yang membuatx menjadi makhluk yang paling sempurna.

Manusia adalah makhluk yang paling sermpurna itu pasti akan meninggal, walaupun manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Namanya juga makhluk hidup, pasti akan mati juga, walaupun dia makhluk yang sempurna. Tuhan sayang kepada hambanya, namun terkadang manusia merasa tidak disayang oleh tuhan ketika orang yang disayanginya diambil nyawanya oleh tuhan, namun jika tuhan mengambil orang yang kita sayangi bukan berarti Dia tidak sayang, numun Dia sayang dengan kita dan orang yang Dia ambil nyawanya. Dia sayang dengan kita dengan mengambil orang yang kita sayang dan Dia juga sayangi agar kita menyadari bahwa jangan berlebihan sayang kepada yang ada di Dunia karena semuanya akan dia ambil, jadi sayangilah sang penciptamu karena dia tidak mengecewakanmu dan tidak akan meninggalkanmu.

-Abdul Mu’thy Salahuddin Rasyid

                                 Belawa 05 Februari 2017

Mager

Malas gerak, itulah kepanjangan dari mager, istilah anak-anak sekarang ketika malas berbuat apa-apa, ketika mereka nyaman diatas tempat tidur mereka sendiri, meraka juga memiliki istilah lain saat mereka nyaman diatas tempat tidurnya sendiri, istilanya itu adalah gerfitasi gasur selalu menariknya dan tidak bisa bangkit dari tempat tidurnya, memang sekarang adalah jaman zaman edang, banyak anak mudah yang tidak mempergunakan waktunya dengan baik, mereka bermalas-malasan ungtuk bangkit dari tempat tidurnya, banyak yang memilih tetap tinggal ditempat tidurnya dibandingkan bangkit dan malakukan aktifitas yang baik dan dapat menunjang masa depannya. Ada yang bilang bahwa pagi adalah yang menentukan hidupmu selama sehari itu, jika pagimu kamu mulai dengan senyum dan kebahagiaan yang penuh rasa cinta, bsgitulah kamu akan menjalani saharian penuh.

Pagi hari awal dari semuanya, jika pagimu diwali dengan mager maka harimu juga berlangsung dengan penuh mager, maka dari itulah lawan grefitasi kasurmu yang selalu menarik dan tetap berada diatanya dengan memeluk bantal gulingmu, kapan kamu memeluk pasanganmu jika kamu tetap memeluk bantal guling yang ada diatas kasurmu. Kapan kau akan ketemu pasanganmu jika kamu tetap mager diatas tempat tidurmu. Kamu ingin bilang jodoh tidak akan kemana, jodoh itu memang tidak akan kemana, namun jika kamu tidak menjemput jodohmu dia akan tetap tidak kemana-mana, karena kamu membiarkannya tetap ditempatnya dan tidak ingin menjemputnya karena kamu memilih bersama bantal diatas tempat tidurmu dan tidak ingin menjemput jodohmu ditempat dia yang kamu bilang dia tidak akan kemana. Kesempatan itu datangnya tidak akan bekali-kali, jika kesempatanmu menjemput jodohmu hanya hari ini, yakin dan percaya jodohmu akan tetap disana dan tidak akan mau lagi ketika kamu menjemputnya dihari esok.

Masih ingin mager diatas tempat tidurmu, mau mau berenak-enkan dengan bantalmu, masih mau bersahabat garfitasi kasur yang tidak ingin melawannya. Penyesalan akan datang diakhir, tidak ada penyesalan yang datang diawal, kamu kan menyesali magermu, kamu akan menyesali bersahabat dengat grafitasi kasurmu dan tidak ingin bangkit dari semua itu. Jadilah orang yang menghargai waktu, jika kamu menghargai waktu maka dia akan memberikan yang baik, bahkan lebih dari apa yang kamu inginkan. Menurut orang barat waktu adalah uang, maka dari itu meraka selalu menghargai waktu karena meraka memandang waktu itu dengan uang, jika dia melewatkan waktu dengan percuma, maka dia akan dilawatkan dengan uang dengan percuma pula. Pergunakanlah waktu dengan sebaik-bainya. Janganlah suka diperdaya dengan mager yang kamu meliki, buanglah mager itu dikedalam laut yang kedalamannya sedalam samudra yang beribribu meter.

Jadilah orang yang produktif, jangan menjadi orang yang mempergunakan waktu dengan berhura-hura yang tida menghasilkan apa, jadilah orang yang berguna bagi Negara, keluarga dan bagi diri sendiri. Waktu akan terus berjalan, samapai saat ini bulum ada orang yan dapata menghentikan waktu, belum ada alat yang dapat mengulang waktu dan menghentikan waktu. Maka dari itu jangan sampai waktu meninggalkanmu jauh sakali sehingga kamu tidak dapat mengerjarnya. Tinggalkan kasurmu dan berangkat dengan rasa cinta agar kamu mendapatkan kebahagiaan sehari dan ulang lagi esok dan seterusnya agar kamu menjadi orang bahagia setiap hari.

-Abdul Mu’thy Salahuddin Rasyid

Makassar 31 Januari 2017

Entah Apa Yang Saya Tulis

Aku tidak tahu apa yang sebenarnya yang ingin saya tulis, namun keinginan untuk menulis selalu ada, sekarang saya menulis tapi tidak tahu apa yang sebenarnya ingin saya tulis. Saya ingin menulis banyak hal, tapi lagi-lagi saya tidak tahu mau menulis apa, ini bisa dikatakan curhat, karena saya menulis apa yang saya rasakan sekarang, saya menulis karena saya prnah membaca bacaan entah bacaan apa yang dulu say abaca itu, saya sudaha lupa, namun saya ingat betul apa yang saya baca itu. Isinya kurang lebih seperti ini, jika kamu ingin menuli namaun kamu tidak tahu ingin menulis apa, terus saja menulis, supaya gampang kamu menulis, tulislah yang paling dekat dengan kamu, sekarang ini saya lakukan apa yang saya penah baca itu, saya menulis ini karena inilah yang paling dekat dengan saya. Entah kalian berkata apa tentang apa yang saya tulis ini, saya tidak perduli, saya yakin inilah permualaan saya.

Kali ini saya menulis sesuatu betul-betul saya tidak tahu betul kemana arah dan tujuannya. Jika kalian ingin mencacinya silahkan, itu hak semua orang kok, termasuk hak saya menulis ini, saya punya hak menulis ini, saya tahu pembaca juga memahapi soal hak itu sendiri. Saya ingin menulis tentang orang jatuh cinta namun rasanya kok hampa yah saya ingin menulis itu, hingga akhirnya saya menuli yang ini saja. Saya juga ingin menulis tentang probelama percintaan, namun saya tidak tahu seperti apa problema percintaan itu, menurutku itu jauh dari saya, makanya saya tidak menulisnya. Kini saya membiarkan fikiran saya berjalan dan jari saya juga biarkan jari saya turus mondr-mandir mencari huruf yang ingin dia tekan, sehingga huruf itu menjadi sebuah kata, kata menjadi sebuah kalimat, dan kalimat menjadi sebuah paragraph, sehingga nantinya jadilah sebuah tulisan yang dapat dibaca.

Menulis membuat hatiku menjadi tenang, karena menulis menurut saya adalah sebuh kegiatan mengolah rasa dan pemikiran yang membuat hati dan fikiran saya menjadi tenang, menulis juga membuat saya menjadi presh, menulis menjadi sebuah media penghibur saya ketika saya mencari hiburan, entah kenapa saya bisa merasakan itu, saya juga tidak tahu. Saya berterimah kasih kepada tuhan yang maha Esa karena membantu saya menemukan media penghibur saya, dan semoga menjadi bacaan sekaligus penghibur untuk orang yang merasakan apa yang saya rasakan ketika orang itu menulis, saya yakin bahwa ada orang merasa tenang dan bahagia ketika dia sedang membaca, namun saya tidak tahu apakah orang itu akan merasa tenang dan bahagia ketika dia membaca ini. Saya sudah merasa legah karena sudah menulis ini, dan saya hentikan jari-jariku untuk mencari huruf yang akan dia tekan lagi,

-Abdul Mu’thy Salahuddin Rasyid
Makassar 30 Januari 2017